CategoriesUncategorized

3 Fakta Tsunami Selat Sunda yang Menelan Banyak Korban

Menjelang satu tahun, memoar dahsyatnya Tsunami Selat Sunda kembali terngiang untuk sebagian orang. Peristiwa alam nan dahsyat itu menelan ratusan korban jiwa, ribuan kerusakan benda, padamnya perekonomian dan akhirnya membekas sebagai ujian keikhlasan bagi mereka yang kehilangan.

Di saat sebagian pihak menilai bahwa Tsunami ini merupakan Tsunami skala kecil, namun ada sekitar 426 orang tewas dan 7.202 terluka serta 23 orang hilang akibat peristiwa ini. Kami mencoba merangkum kejadian ini menjadi 3 fakta yang dapat kita ingat dan kita ambil pelajaran serta hikmahnya.

1. Terjadi Saat Musim Liburan

Riuh ramai menghiasi notifikasi smartphone kami malam itu. Instagram, Facebook, Twitter dan berbagai channel media sosial dipenuhi dengan video-video amatir beserta pesan berantai tentang tsunami di wilayah Selat Sunda.

Ya, malam itu bertepatan dengan hari Sabtu 22 Desember 2018 sekitar pukul 9 malam waktu Indonesia bagian barat. Waktu dimana orang-orang masih asyik menikmati malam minggunya baik dengan keluarga maupun teman akrab.

Selain itu, tanggal tersebut juga merupakan tanggal dimana orang-orang mulai memasuki fase libur akhir tahun. Kelak, tanggal dan hari kejadian inilah yang menjadi salah satu faktor angka korban jiwa yang meninggal pada saat tsunami kian melonjak. Penyebabnya? Mari simak di fakta kedua.

2. Terjadi di Lokasi yang Banyak Objek Wisata

Seperti kita tahu, wilayah pesisir Banten mulai dari Merak hingga Ujung Kulon dipenuhi dengan beragam objek wisata yang sudah terkenal di mata wisatawan. Bahkan, sebagian besar objek wisata tersebut didominasi oleh wisata pantai dan olahraga di atas laut.

Kita tentu pernah mendengar indahnya sunset Pantai Anyer dan Pantai Carita. Bergeser sedikit ke selatan kita juga tentu pernah mendengar pesona Tanjung Lesung dengan resort-resort mewahnya. Kita juga mungkin pernah mendengar wisata Pulau Umang, Pantai Ciputih hingga wisata Ujung Kulon.

Tahukah kamu? justru di lokasi-lokasi itulah tsunami cukup berdampak hebat. Inilah faktor lain penyebab Tsunami Selat Sunda begitu banyak menelan korban jiwa. Di musim liburan dan di lokasi objek wisata; maka banyak dari mereka yang menjadi korban adalah wisatawan yang sedang berlibur baik menikmati momen bersama teman maupun keluarga.

3. Masifnya Bantuan dari Saudara Sebangsa

Tak perlu menunggu lama, begitu kabar duka ini tersyiar; negeri dermawan ini langsung bergerak. Penggalangan dana terjadi dimana-mana, lantunan doa mengalir di masjid maupun di sosial media.

Hanya selang waktu yang singkat, truk-truk logistik mulai lalu-lalang memenuhi jalur bencana. Dari Merak hingga Ujung Kulon, dari Pandeglang hingga Kecamatan Sumur. Semua datang membawa pesan yang sama, “Kami ada untukmu, saudaraku!”.

Beragam bantuan hadir secara massif dan menjangkau ke berbagai titik, dari yang ramai hingga pelosok desa. Dari mulai bantuan pangan, sandang, obat-obatan hingga pendampingan psikososial pun berdatangan.

Sekian bulan berlalu, bahkan bantuan masih terus disalurkan. Salah satunya dari Aksi Cepat Tanggap dan Global Wakaf yang mencanangkan program Perahu Wakaf, demi membangkitkan kembali ekonomi nelayan yang sempat ambruk karena perahu dan alat-alat melautnya hilang dan rusak ditelan ombak yang dahsyat.

Itulah 3 fakta tentang Tsunami Selat Sunda yang harus kita ambil pelajaran dan hikmahnya agar ke depan kita dapat menjadi manusia yang lebih baik, peradaban yang lebih hebat.

Ingatlah bahwa musibah dan kematian bisa datang kapan saja, maka rekatkanlah hati kita agar selalu tertaut pada Allah Yang Maha Kuasa. Insyaa Allah, kapan pun maut menjemput kita, maka itu akan menjadi kematian yang baik bila kita senantiasi menjaga diri dan dekat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Kemudian, mari ulangi lagi kebersamaan kita kala membantu saudara di pesisir Selat Sunda di kemudian hari. Mari menjadi pribadi yang senantiasa saling bantu-membantu. Mari menjadi bangsa yang selalu siap menolong sesama!

Sampai jumpa di lain masa, sahabat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *