Alasan Kenapa Sapi Qurban untuk 7 Orang Beserta Dalilnya

 Menjelang Idul Adha, tentu banyak umat muslim yang bersiap untuk melakukan qurban. Ada yang berencana untuk qurban kambing, domba maupun sapi. Namun tahukah Sahabat dermawan alasan kenapa sapi qurban untuk 7 orang dan bukan untuk satu orang saja?

Seperti yang umum kita ketahui, ketika berkurban dengan sapi biasanya merupakan hasil patungan dari 7 orang. Sebenarnya dari mana asal ketentuan tersebut? Apakah ada dalil yang memperbolehkan melakukan qurban melalui patungan? Simak penjelasannya berikut ini.

Sejarah qurban sapi untuk 7 orang

Dalam Islam, ada ketentuan mengenai hewan yang boleh digunakan untuk qurban, yakni sapi atau kambing, unta, dan kerbau. Seekor kambing untuk qurban satu orang, sedangkan untuk unta dan sapi bisa untuk 7 orang.

Dari ketentuan tersebut, hal ini memang boleh dalam Islam. Ini kemudian dimanfaatkan oleh umat Islam yang ingin melakukan qurban, namun terbatas masalah finansial. Akhirnya patungan dilakukan oleh 7 orang untuk membeli satu hewan kurban, bisa sapi atau unta.

Menurut Imam Ibnu Utsaimin, memang boleh melakukan qurban seekor sapi untuk 7 orang, namun tak boleh lebih dari 7 orang tersebut. Penjelasan rinci dari Imam Ibnu Utsaimin adalah:

  • Satu ekor kambing, sah untuk qurban satu orang.
  • Sepertujuh unta atau sapi, sah untuk qurban dan setara dengan qurban satu ekor kambing per orang.
  • Jika ada dua orang atau lebih melakukan patungan untuk qurban satu ekor kambing, maka qurban tersebut tidak sah.

Qurban merupakan ketentuan dari Allah, jadi harus sesuai dengan aturan, syariat dan ketetapan yang berlaku. Jika tak mentaati tata caranya, maka qurban akan dianggap tidak sah.

Bagaimana qurban masa Rasulullah?

Pada masa Rasulullah, qurban terlaksana dengan aturan yang sama. Jadi tak ada pertanyaan kenapa sapi qurban untuk 7 orang karena Rasulullah sudah menjelaskannya. Nabi Muhammad juga sering melakukan qurban dengan satu ekor utuh kambing, sapi atau unta, bukan patungan.

Hal ini bukan tanpa alasan, pada masa tersebut, perekonomian masyarakat Arab tergolong tinggi, sehingga umat muslim mampu melakukan qurban tanpa harus melakukan patungan.

Ini tentu akan sulit berlaku di Indonesia karena kebanyakan masyarakat muslim berada dalam ekonomi kelas menengah. Sebagai solusinya, melakukan qurban dengan patungan untuk membeli sapi. Hal ini tetap boleh karena tak bertentangan dengan syariat Islam.

Mana yang lebih baik, qurban sapi untuk 1 orang atau 7 orang?

Jika menentukan mana yang lebih baik, terdapat penjelasan dari Imam Syafi’i bahwa qurban seekor kambing lebih baik daripada qurban patungan seekor sapi dengan sistem patungan. Ini disebutkan dalam kitab al-Muhadzab karangannya, yang berbunyi:

“Qurban kambing (sendirian) lebih baik dari pada qurban sapi urunan dari 7 orang. Karena orang yang berqurban bisa menumpahkan darah atau menyembelih hewan qurbannya sendirian.”

Masih di kitab yang sama, Imam Syafi’i juga memberikan penjelasan bahwa Rasulullah lebih sering melakukan qurban secara pribadi, tanpa urunan. Sebab akan membuat aktifitas penyembelihan jadi lebih banyak.

Namun jika dari jenisnya, Ibnu Qasim al-Ghazi menambahkan bahwa hewan yang utama untuk qurban adalah unta, kemudian sapi dan kambing. Jadi jika melihat jenis hewannya, qurban menggunakan sapi lebih baik daripada qurban dengan kambing.

Qurban bukan merupakan ajang pamer, qurban merupakan bukti bahwa manusia taat kepada Allah untuk menjalankan perintah-Nya. Tak perlu mempermasalahkan kenapa sapi qurban untuk 7 orang, karena lebih baik melakukan qurban sesuai dengan kondisi keuangan.

%d blogger menyukai ini: