Berapa Kali Rasulullah Berhaji Setelah Islam Sampai Akhir Hayatnya?

Begitu mulianya Rasulullah, banyak di antara umat muslim ingin mengetahui banyak hal terkait pelaksanaan ibadah di masa kenabian, termasuk berapa kali Rasulullah berhaji setelah Islam. Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh para sahabat kepada Abdullah bin Umar.

Dalam Islam, ibadah haji yang dicontohkan Rasulullah merupakan salah satu ibadah wajib atau terdaftar dalam rukun Islam, dengan syarat mampu secara fisik, mental serta finansial.

Tidak sedikit umat muslim sekarang melaksanakan haji hingga berkali-kali. Lalu, bagaimana dengan Rasulullah? Berapa kali Rasulullah melaksanakan haji setelah memasuki masa keislamannya? Temukan jawabannya dalam penjelasan berikut yang mencakup sejarah berdasarkan dalil dan hadist yang menyertai.

Berapa kali Rasulullah berhaji setelah Islam?

Sesuai dalam buku Intisari Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Obnu Hazm al-Andalusi, ternyata Rasulullah sudah melakukan ibadah haji berkali-kali.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhaji dan berumrah berkali-kali sebelum kenabian dan sebelum hijrah. Jumlahnya tidak diketahui,… .”

Berdasarkan keterangan di atas, sah-sah saja bagi seorang muslim bila ingin melaksanakan amalan ibadah haji hingga berkali-kali seperti Rasulullah. Namun satu hal yang harus dipahami bahwa haji pertamalah yang dihitung sebagai ibadah wajib. Pelaksanaan haji berikutnya dianggap sunnah.

Adapun setelah memasuki Islam, sebenarnya Rasulullah hanya melakukannya sekali saja seumur hidupnya yang kemudian hal ini dikenal sebagai haji wada’ atau haji terakhir. Mengapa disebut begitu, akan dijelaskan dalam sejarah perjalanan haji Rasulullah di bawah ini.

Sejarah perjalanan haji Rasulullah

Perjalanan haji yang dilakukan Rasulullah dan pengikutnya saat itu dengan umat muslim sekarang sangat jauh berbeda. Harapannya dengan mengetahui hal ini dapat lebih bersyukur bisa melaksanakan haji dengan aman dan nyaman. Tidak seperti zaman Rasulullah yang harus melalui berbagai rintangan.

Adapun berikut urutan sejarah sebelum akhirnya Rasulullah berhasil melaksanakan haji pertama dan terakhirnya bersama para pengikutnya saat itu, yakni:

  • Mendapatkan perintah haji
  • Pergi ke Mekah
  • Gagalnya misi haji pada tahun ke-9 H
  • Berhasil melakukan misi haji pada tahun ke-10 H

Simak informasi di bawah ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai sejarah perjalanan haji Rasulullah.

Mendapat perintah haji

Menurut jumhur ulama yang dikutip dalam Historiografi Haji Indonesia oleh M. Shaleh Putuhena, perjalanan haji Rasulullah diawali dari peritah Allah subhanahu wa ta’ala yang pada saat itu mewajibkan Rasulullah beserta pengikutnya untuk melaksanakan haji. Tepatnya pada tahun 628 M atau tahun keenam Hijriah.

Pergi ke Mekah 

Demi memenuhi perintah tersebut, Rasulullah bersama 1.500 umat pergi ke Mekah pada tanggal 8 Maret atau 6 Dzulqaidah tahun 628 M.

Gagalnya misi haji pada tahun ke-6 H

Sayangnya, misi haji di tahun keenam Hijriah berakhir gagal karena saat itu masih berlaku Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang telah disepakati oleh kaum muslim Madinah dan kaum musyrik di Mekah. Alhasil, Rasulullah dan umatnya baru diperbolehkan memasuki Mekah untuk melaksanakan haji pada tahun berikutnya.

Berhasil menjalankan misi haji pada tahun ke-7 H

Berdasarkan yang dijanjikan, akhirnya Rasulullah dan para pengikutnya saat bisa dapat melaksanakan haji seraya bersabda, “Pelajarilah dariku tata cara haji kalian, bisa jadi aku tidak berjumpa lagi dengan kalian setelah tahun ini.” (HR. Bukhari).

Setelah menjalani kewajiban tersebut, Rasulullah wafat. Dari sinilah istilah haji wada (haji terakhir) berasal.

Itulah tadi fakta mengenai berapa kali Rasulullah berhaji setelah Islam yang ternyata hanya sekali seumur hidupnya.

%d blogger menyukai ini: