CategoriesZakat

Siapakah Mualaf yang Berhak Menerima Zakat?

Tentu Sahabat Dermawan sudah mengetahui siapa saja yang termasuk 8 golongan asnaf atau orang yang berhak menerima zakat. Golongan-golongan ini dijelaskan secara rinci melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Qur’an, yang artinya:

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.” (QS At-Taubah : 60)

Sekarang, mari kita bahas lebih rinci mengenai Mualaf sebagai penerima zakat.

Dalam pemahaman sehari-hari, Mualaf kita kenal sebagai orang-orang yang baru masuk Islam, dengan demikian ilmu dan imannya masih lemah. Karenanya, pemberian zakat diharapkan dapat menguatkan keyakinannya terhadap Islam.

Namun, jika dilihat dari makna “mu’allafati quluubuhum” yang diterjemahkan sebagai orang yang dilunakkan hatinya, secara umum zakat dapat diterima oleh orang-orang yang diharapkan akan lunak hatinya kepada Islam. Tak hanya seseorang yang baru masuk Islam, ia dapat pula merupakan Muslim sejak lahir namun keadaan tertentu menyebabkan aqidahnya rentan, seperti bermukim di kawasan rawan permurtadan, atau non-Muslim yang hatinya perlahan-lahan condong kepada Islam.

Adapun orang-orang yang telah cukup lama masuk Islam, imannya sudah baik, dan tidak termasuk dalam ketujuh golongan lainnya pula, maka ia tak lagi berhak menerima zakat –bahkan meskipun ia berstatus Mualaf.

Insya Allah, melalui indonesiadermawan.id, kamu juga bisa menyalurkan zakat untuk golongan asnaf yang paling membutuhkan, termasuk para Mualaf.

Yuk, sucikan harta dengan berzakat! Jangan lupa bahwa di sebagian harta kita, ada hak para asnaf yang wajib kita keluarkan.