Inilah Penjelasan dan Dalil Tentang Haji yang Wajib Diketahui

Ibadah haji merupakan amalan yang cukup penting dalam agama Islam. Ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima juga memiliki cukup banyak landasan hukum baik dalam Al-Qur’an maupun hadits. Dalil tentang haji sendiri terpapar cukup banyak sehingga banyak dijadikan patokan oleh berbagai kalangan.

Pengertian dan jenis haji

Haji secara bahasa berarti keinginan keras untuk menuju ke suatu tempat yang diagungkan. Dalam kitab “Fiqih Wanita” yang merupakan karya Syekh Kamil Muhammad Uwaidah, ibadah haji memiliki arti berangkat ke suatu tempat yang suci dengan tujuan untuk melaksanakan thawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah serta melaksanakan seluruh amalan manasik lainnya.

Ibadah haji sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu. Setiap jenis haji memiliki tata cara yang berbeda meski urutan pelaksanaanya serupa. Pelaksanaan ibadah haji ini juga mengacu pada hukum-hukum haji yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits.

3 dalil tentang haji

Dalam Al-Qur’an, ada cukup banyak dalil tentang haji yang dijadikan sebagai landasan hukum. Diantara banyaknya dalil yang membahas tentang ibadah haji, berikut ini 3 dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Qs. Al-Baqarah: 196

Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidil Haram. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.”

Qs. Al-Imron: 97

Artinya : “Mengerjakan haji merupakan kewajiban hamba terhadap Alloh yaitu bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitulloh. Barangsiapa mengingkarinya, maka sesungguhnya Alloh Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam.”

Qs. Al-Hajj: 27

Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Selain ketiga ayat Al-Qur’an diatas, ada beberapa hadits shahih yang juga menjadi landasan hukum berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Dalam Al-Qur’an juga terdapat beberapa ayat lain yang menjelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji di antaranya:

  • S. Al-Baqarah : 128
  • S. Al-Baqarah : 158
  • S. Al-Baqarah : 189
  • S. Al-Baqarah : 197
  • S. Al-Baqarah : 200
  • S. Al-Maidah : 1
  • S. Al-Maidah : 95

Ibadah haji juga berkaitan erat dengan ibadah qurban sehingga berbagai ayat Al-Qur’an mengenai ibadah haji juga kerap kali membahas tata cara atau aturan ibadah qurban. Berbagai ayat Al-Qur’an ini perlu diketahui dan dipelajari agar dasar-dasar hukum yang berkaitan dengan ibadah haji juga bisa lebih dipahami.

Melaksanakan ibadah haji dengan pengetahuan yang dalam tentu akan membuat ibadah haji tersebut lebih khusyuk. Meski belum memiliki kesempatan untuk beribadah haji, namun mempelajari berbagai ilmu dan dasar hukum ibadah haji juga bisa memberikan manfaat dan pahala yang besar.

Berbagai dalil tentang haji bisa dipelajari secara perlahan agar berbagai rukun, syarat, dan tata cara haji bisa dipahami dengan maksimal. Mempelajari ayat Al-Qur’an akan memperkaya dan menambah ketaqwaan.

%d blogger menyukai ini: