Dalil Tentang Qurban dalam Al-Qur’an dan Hadits

Dalil tentang qurban banyak termaktub di dalam Al-Qur’an maupun hadits. Menurut jumhur ulama, berqurban memiliki kedudukan hukum sebagai sunnah muakkad, artinya ibadah ini sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.

Perintah qurban sendiri sudah ada sejak Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan anak Nabi Adam alaihissalam yaitu Habil dan Qabil untuk mengorbankan hartanya. Kala itu, Qabil yang merupakan seorang petani menyerahkan hasil kebun miliknya. Sementara Habil yang bekerja sebagai peternak, memberikan hewan terbaik dari hasil ternaknya. Dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).” (Qs. Al-Maidah: 2)

Kemudian perintah untuk melaksanakan ibadah qurban sampai pada Nabi Ibrahim alaihissalam. Beliau mendapat sebuah mimpi yang mengisyaratkan untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail alaihissalam. Namun ketika hendak menyembelih, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan rahmat-Nya melalui malaikat Jibril, mengganti sosok sang putra dengan seekor domba.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Qs. As-Saffat: 104-107)

Selepas Nabi Ibrahim alaihissalam, syariah ibadah qurban kemudian berkembang hingga diwarisi Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam. Beliau pernah melakukan qurban pada saat melaksanakan Haji Wada di Mina dengan menyembelih 100 ekor unta, 63 ekor unta di antaranya disembelih menggunakan tangannya sendiri dan sisanya disembelih oleh Ali bin Abu Thalib.

Sebagai seorang Muslim, tentu perlu meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menjalankan seluruh sunnah, salah satunya mengamalkan ibadah qurban.

Dalil Tentang Qurban dalam Al-Qur’an

Ibadah qurban merupakan salah satu perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-Nya. Perintah ini banyak tertuang melalui firman-Nya di dalam Al-Qur’an. Berikut ini ayat-ayat yang menyebutkan anjuran untuk melaksanakan ibadah qurban.

1. Dalil tentang berqurban sebagai Ibadah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan setiap hamba-Nya untuk mengerjakan shalat dengan penuh keikhlasan, lalu kemudian melaksanakan ibadah qurban dengan penuh ketaqwaan. Dalam surat Al-Kautsar ayat 2. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Dengan melaksanakan ibadah qurban, sesungguhnya seorang hamba sedang beryukur atas nikmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala anugerahkan kepadanya, terutama nikmat keberlimpahan harta atau kelapangan rezeki. Selain itu, ibadah qurban merupakan sarana bagi orang yang beriman untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

2. Berqurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala

Dalil mengenai ibadah qurban terdapat di dalam surat Al-Hajj ayat 34. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.”

Dalam firman tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk menyembelih hewan qurban agar hamba tersebut mengingat Allah ta’ala atas rezeki yang dianugerahkan kepadanya dan sebagai rasa syukur.  Di sisi lain, melaksanakan ibadah qurban ini pun sebagai bentuk berserah diri serta ketaatan seorang hamba kepada Allah ta’ala.

3. Berqurban sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah Ta’ala

Menyambung ayat sebelumnya, dalil tentang qurban terdapat di dalam surat Al-Hajj ayat 36 hingga 37.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.” (Qs. Al-Hajj: 36)

Dalam ayat berikutnya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai pada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al-Hajj: 37)

Melaksanakan ibadah qurban bisa menjadi manifestasi kebaikan sosial, di mana daging sembelihan tidak hanya dinikmati oleh shahibul qurban atau keluarga saja, akan tetapi dibagikan pula pada orang-orang yang berhak menerimanya, seperti orang fakir dan miskin. Serta, mengerjakan ibadah qurban ini merupakan wujud ketaqwaan seorang hamba kepada Allah ta’ala.

4. Berqurban Sebagai Ketaqwaan dan Mengesakan Allah Ta’ala

Allah subhanahu wa ta’ala  berfirman, “Katakanlah (Wahai Muhammad): Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri.” (Qs. Al-An’am: 162)

Sebagai seorang mukmin, puncak ketaqwaan terletak pada hati yang mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa tidak ada selain Allah ta’ala yang berhak disembah, dan segala bentuk ibadah maupun amal kebaikan, seperti qurban, semata-mata hanya mengharapkan ridha dari Allah ta’ala.

Dalil Tentang Qurban dalam Hadits

Perintah untuk melaksanakan ibadah qurban, selain tertuang di dalam Al-Qur’an, hal ini juga tersampaikan melalui banyak hadits. Tentu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa melaksanakan ibadah qurban. Bahkan sebuah hadits meriwayatkan bahwa beliau menyembelih hewan qurban dengan tangan sendiri.

1. Dalil tentang Berqurban dengan dua kambing gemuk

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut. Kemudian beliau membaca basmallah, takbir, dan menyembelih dengan tangannya sendiri.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa seseorang yang memiliki keluasan rezeki atau mampu, hendaknya melaksanakan ibadah qurban.

2. Dalil Qurban memiliki berbagai hikmah apabila dikerjakan dengan penuh keikhlasan

“Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat Kami.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Sementara itu, dalam sebuah hadits lain meriwayatkan bahwa ibadah qurban memiliki berbagai hikmah, apabila dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Di antara hikmah tersebut, berqurban dapat menjadi pemberat amalan di akhirat dan menjadi saksi atas amal kebaikan yang dilakukannya.

3. Allah menyukai amalan pada hari raya qurban melebihi amalan lainnya

Dari Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban). Sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahanya akan sampai pada Allah (sebagai qurban) di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dengan menyimak dalil tentang qurban di dalam Al-Qur’an maupun hadits, kita dapat mengambil pelajaran bahwa perintah untuk melaksanakan ibadah qurban sangat dianjurkan dan menjadi amal kebaikan yang Allah cintai. Maka, apabila kita memiliki kelebihan harta atau kelapangan rezeki, hendaklah berqurban.

%d blogger menyukai ini: