Doa Menyembelih Hewan Qurban

Qurban merupakan cara kita mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, menyembelih hewan qurban bukanlah hal yang sembarangan. Seseorang yang hendak menyembelih, terlebih dahulu perlu mengetahui pengertian, rukun, tata cara dan doa menyembelih hewan qurban.

Apa Itu Menyembelih?

Menyembelih hewan qurban adalah mematikan dengan cara memotong saluran nafas dan saluran makanan serta urat nadi utama yang terdapat pada leher hewan dengan tujuan agar hewan qurban tersebut menjadi halal untuk dimakan.

Rukun Menyembelih Hewan Qurban

Ketika orang yang akan berqurban tapi tidak bisa menyembelihkan herwan qurbannya, maka boleh untuk ditugaskan kepada orang yang dapat menyembelih hewan tersebut. Sangat disarankan orang yang berqurban untuk menyaksikan hewannya disembelih.

“Hadirlah ketika kalian menyembelih qurban, karena Allah akan mengampuni kalian dari mulai awal darah keluar.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Sebelum menyembelih hewan qurban, mari kita pahami terlebih dahulu tentang rukun menyembelih hewan qurban berikut ini.

1. Penyembelih beragama Islam

2. Binatang merupakan binatang yang halal, baik halal zatnya maupun cara memperolehnya, bukan hasil mencuri atau menipu.

3. Alat penyembelih harus tajam agar dapat mempercepat proses kematian binatang itu dan tidak terlalu menderita sewaktu disembelih.

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.” (HR. Muslim)

4. Tujuan penyembelihan adalah untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala, bukan untuk tujuan tumbal atau untuk sajian nenek moyang berhala atau upacara kemusyrikan lainnya.

Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Qurban

Adapun tata cara dan doa orang yang bertugas menyembelih hewan qurban, sebagai berikut:

1. Rebahkan hewan qurban, ikat kakinya, lalu hadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah saat menyembelihnya.

2. Hadapkan diri ke arah kiblat, begitu juga hewan qurbannya.

Dari Nafi’ rahimahullah, ia berkata, “Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat.” (HR. Abdur Razaq no. 8585 dengan sanad yang shahih)

3. Saat hendak menyembelih qurban, penyembelih harus mengucpkan basmallah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillâhir rahmânir rahîm

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.”

4. Membaca sholawat untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad

Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad dan keluarganya.”

5. Membaca Takbir 3x dan Tahmid 1x

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

6. Membaca doa menyembelih hewan qurban

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa ini dari buku Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya atau Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi bin Umar Banten.

7. Potong urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher sampai putus agar hewan segera mat.

8. Untuk hewan qurban yang lehernya agak panjang, maka sembelih di pangkal leher sebelah atas agar cepat mati.

9. Untuk hewan qurban yang sulit karena liar atau jatuh ke dalam lubang sehingga lehernya tidak bisa disembelih, maka penyembelih boleh melakukan di bagian tubuh hewan mana saja, asalkan kematian hewan tersebut disebabkan oleh sembelihan, bukan karena sebab lain dan tidak lupa menyebut nama Allah.

Dari Rafi berkata: kami pernah Bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu pekerjaan, lalu kami menemukan seekor untuk kepunyaan salah satu kaum sedang berlari, sementara mereka tidak membawa kuda untuk mengejarnya maka dipanahlah oleh seorang laki-laki dengan anak panahnya lalu unta itu mati. Nabi bersabda, “Sesunggunya binatang itu bersifat binatang liar maka jika menemukan binatng yang semacam ini, lakukanlah yang seperti ini.” (HR. Jamaah)

10. Mengkuliti hewan qurban baru boleh jika sudah benar-benar mati.

Itulah pembahasan tentang doa menyembelih hewan qurban lengkap dengan tata cara serta dalil yang mendasarinya. Semoga bermanfaat.

%d blogger menyukai ini: