Hal Yang Membatalkan Puasa Beserta Dalilnya

Berpuasa atau saum merupakan rukun islam keempat. selain makan dan minum, ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa. Secara bahasa, saum berarti menahan atau mencegah. 

Puasa atau saum bagi seorang muslim adalah menahan diri dari makan dan segala hal yang bisa membatalkan puasa, dimulai dari terbitnya fajar, hingga terbenam matahari. 

1. Makan dan minum dengan Sengaja Membatalkan Puasa

makan dan minum membatalkan puasa

Hal pertama yang jika dilakukan dapat membatalkan adalah makan dan minum. seperti pada pengertiannya, puasa menahan lapar dan haus. Jika sengaja makan dan minum, maka batal puasa orang tersebut.

berbeda dengan makan dan minum tidak disengaja. seperti terlupakan hingga makan dan minum.

Dasarnya adalah Surah al-Baqarah:187, ” … makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam …” 

Diriwayatkan, Nabi Muhammad bersabda, “Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberikan makanan dan minuman itu”. (H.R. al-Bukhari 1797 dan Muslim 1952).

2. Muntah

muntah batalkan puasa

Jika muntah disengaja, seperti  dengan cara memasukkan sesuatu kedalam mulut sampai akhirnya muntah, itulah yang menyebabkan batalnya puasa. 

tapi jika muntahnya tidak disengaja, misalkan dikarenakan sakit, maka hal ini tidak membatalkan puasa dan dapat dilanjutkan puasanya.

Diriwayatkan, Nabi Muhammad bersabda, “Siapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya, dan siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasanya”. (H.R al-Tirmidzi 653 dan Ibn Majah 1666).

3. Merokok juga Membatalkan Puasa

merokok ketika puasa

Menurut bahasa fiqih, sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh yang terbuka dan dapat membatalkan puasa ini disebut sebagai ‘ain. Syekh Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab, ‘ain ini adalah benda apa pun, baik makanan, minuman, atau obat.

jika perokok dibagi menjadi perokok aktif dan perokok pasif, maka hal ini berlaku pada perokok aktif. karena yang memasukkan benda (rokok) ke dalam mulut adalah perokok aktif. 

tidak berlaku pada perokok pasif. hal ini disebabkan karena dia tidak sengaja menghirup asap yang dihasilkan dari perokok aktif.

4. Haid atau nifas 

Jika seorang wanita pada saat berpuasa, di siang harinya dia haid, maka batal puasanya dan wajib mengganti.

Diriwayatkan Aisyah, “Kami (kaum perempuan) diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti salat yang ditinggalkan”. (H.R. Muslim 508).

5. Gila atau hilang akal

Puasa diwajibkan untuk umat Islam yang baligh (dewasa), berakal sehat, dan tidak terkena halangan. Ketika seseorang kehilangan akal, maka lepas kewajiban untuk orang tersebut berpuasa. 

6. Berhubungan seksual di siang hari membatalkan puasa

Berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus. menahan hawa nafsu juga merupakan salah satu yang harus dilakukan saat berpuasa. 

Maka berhubungan seksual suami istri di siang hari akan membatalkan puasa pasutri tersebut. Wajib bagi pasutri tersebut untuk mengganti puasa, dan juga membayar kafarat atau denda.

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. – (QS. Al Baqarah: 187)

7. Mengeluarkan air mani

Keluarnya air mani menjadi salah satu yang membatalkan puasa, ketika terjadi dengan sengaja. Baik dalam konteks berhubungan suami istri, atau masturbasi.

Namun tidak berlaku jika tidak sengaja. Seperti keluarnya air mani ketika tidur atau biasa disebut mimpi basah.

Pernyataan ini sendiri didukung dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam isi hadist berikut: “Tidaklah batal puasa orang yang muntah, mimpi basah, dan orang yang berbekam.” (HR. Abu Dawud)

8. Murtad 

murtad batalkan puasa

Puasa diwajibkan untuk umat Islam yang baligh (dewasa), berakal sehat, dan tidak terkena halangan.

Maka ketika seseorang murtad, otomatis membatalkan puasanya karena lepas kewajiban dirinya karena sudah bukan seorang muslim lagi. 

Demikian adalah 8 contoh hal yang membatalkan puasa. Masih ada hal makruh ketika berpuasa. Ada baiknya agar kita untuk tidak melakukannya demi maksimalnya keberkahan puasa yang kita raih di tahun kedua puasa ramadhan di masa pandemi covid-19

[adinserter name=”Block 4″]

Sumber: 

https://islam.nu.or.id/post/read/91039/mengapa-merokok-dapat-membatalkan-puasa

https://tirto.id/daftar-hal-yang-membatalkan-puasa-bersetubuh-masturbasi-gila-gcdW

 

%d blogger menyukai ini: