Inilah Hadits Tentang Ibadah Haji yang Perlu Diketahui

Haji merupakan rukun Islam kelima dan wajib dilakukan oleh tiap muslim yang mampu, baik harta, jasmani, maupun kesiapan rohani. Untuk menguatkan hal ini, ada hadits tentang haji yang bisa kamu baca untuk menguatkan niat diri agar bisa datang ke Baitullah.

Sebagai umat Islam yang taat dengan perintah-Nya, menjadi tamu di rumah Allah tentu jadi keinginan yang besar. Sayangnya tak semua orang mendapatkan kesempatan untuk datang dan dan melakukan ibadah yang mulia ini. Berikut ini merupakan kumpulan hadis yang merangkum mengenai mulianya ibadah haji.

Haji sebagai pondasi dalam Islam

Dalam hadis shahih Imam Bukhori dan Muslim, haji termasuk dalam pondasi berdirinya agama Islam. Hadis tersebut memiliki terjemahan sebagai berikut:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Islam dibangun atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa (di bulan) Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa Islam punya lima pilar pondasi, yakni syahadat, sholat, menunaikan zata, haji dan puasa di bulan Ramadhan. Jika seseorang tak melakukan pondasi yang telah disebutkan, maka keislamannya masih belum sempurna.

Beribadah haji memberishkan dosa

Melakukan ibadah haji akan mendapatkan ganjaran yang besar. Salah satunya adalah mendapatkan ampunan dari Allah, sehingga ketika kembali ke negara asalnya, seseorang suci kembali sebagaimana bayi yang lahir dari rahim ibunya.

Pernyataan ini diperkuat dengan adanya hadis tentang haji yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, berikut adalah terjemahannya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi saw. bersabda, “Siapa yang berhaji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mendapatkan balasan surga

Jamaah haji yang melakukan haji dengan ikhlas dan berharap pada ridho Allah akan mendapatkan balasan surga. Hadis yang menguatkan pernyataan ini adalah hadis riwayat Imam Bukhori, yang artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Umrah (satu) ke umrah (lainnya) itu dapat melebur terhadap dosa di antara keduanya, sedangkan haji yang mabrur itu tidak ada balasan (yang pantas) untuknya kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Haji yang mabrur adalah haji yang melakukan semua syarat serta aturan manasik haji, dari awal hingga akhir. Mereka yang melakukan haji mabrur juga akan memiliki sikap yang makin terpuji setelah ibadah haji selesai.

Dapat menghilangkan dosa kecil

Banyak yang mengaggap remeh dosa kecil, padahal dosa kecil juga dapat menghapus pahala seseorang. Jika umat muslim melaksanakan haji, maka dosa kecil dan kefakiran akan  terhapus sebagaimana kotoran besi, emas dan juga perak.

Hadiis mengenai keutamaan haji ini juga merupakan hadis shahih karena diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah, berikut adalah terjemahannya:

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam., beliau bersabda, “Dekatkanlah kalian antara haji dan umrah (baik haji diikuti dengan umrah atau umrah diikuti dengan haji), karena sesungguhnya mendekatkan di antara keduanya itu dapat menghilangkan kefaqiran dan dosa-dosa (yang kecil-kecil) sebagaimana kir (tempat yang digunakan untuk menyalakan api) dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala (yang pantas) bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Hadits tentang haji diatas semoga makin menguatkanmu untuk datang dan bertamu ke Rumah Allah. Dengan menjalankan ibadah haji, kamu juga bisa melengkapi pondasi keislamanmu agar kian sempurna.

%d blogger menyukai ini: