10 hari kedua ramadhan
CategoriesAksi Bela Indonesia

Raih Kemuliaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan

Keistimewaan hari-hari di bulan Ramadhan diketahui terbagi atas tiga fase, 10 hari pertama yaitu fase rahmat, 10 hari kedua adalah fase ampunan dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka. Fase awal biasanya disambut dengan sangat baik dan penuh semangat, begitupun fase akhir dinanti-nanti karena menjelang hari raya tiba. Namun, fase pertengahan yaitu 10 hari kedua bulan Ramadhan, terkadang sambutan hangat telah memudar, padahal sama-sama memiliki kemuliaan seperti fase lainnya yaitu 10 hari yang penuh ampunan. 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ 

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim. Ramadhan telah Allah pilih lebih baik dari bulan-bulan lainnya, terdapat hari dimana Al-Qur’an diturunkan, setan-setan dibelenggu, dilipatgandakannya pahala serta diijabahnya segala do’a. 

Pada fase inilah saat yang tepat untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Selain ibadah Shaum, perbanyaklah dzikir, membaca Al-Qur’an dan bersedekah sebanyak-banyaknya.

Menambah Rasa Syukur 

Salah satu wujud rasa syukur kita pada Allah SWT adalah dengan menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, karena tidak semua orang diberi kesempatan usia untuk menunaikan rukun Islam yang ketiga tersebut. Syukur juga merupakan faktor penentu keberkahan, insya Allah dengan banyak bersyukur maka Allah akan mengaruniakan kehidupan yang berkah. 

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah) akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’.” (QS Ibrahim: 7)

Bentuk syukur yang paling ringan untuk dilakukan adalah dengan selalu mengucap ‘Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin’. Keutamaan syukur yang paling diinginkan oleh manusia adalah kebahagiaan, dan di bulan Ramadhan lah seluruh umat Muslim merasa bahagia. 

Tetap Istiqomah dalam Beribadah

Allah SWT telah menyediakan pahala bagi hambanya yang melakukan amalan shaleh. Semangat beramal shaleh di bulan ramadhan pada umumnya naik turun , seringnya semangat tersebut hanya ada diawal dan diakhir. Sedangkan di tengah-tengah bulan semangat itu tidak terjaga dan tentunya luput dari keistiqomahan. 

Menurut mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Mohammad Siddik mengatakan Istiqamah terbagi dalam langkah, perbuatan dan hati. Cara untuk tetap istiqomah salah satunya adalah dengan melawan rasa malas dan membiasakannya. Bulan Ramdhan Allah SWT membelenggu setan-setan sehingga rasa malas akan lebih mudah untuk dihindari. 

Memperbanyak do’a di 10 hari kedua bulan ramadhan

Semakin berkurang hari dalam bulan Ramadhan, maka harus semakin banyak Do’a yang dipanjatkan. Ketika 10 hari pertama bulan Ramadhan berhasil berdoa setiap selepas sholat fardhu, maka di 10 hari kedua ditambahkan untuk berdoa juga setelah shalat sunnah ataupun setiap akan memulai segala aktivitas. 

Terdapat tiga waktu yang dapat dimaksimalkan untuk berdo’a di bulan Ramadhan yaitu :

1. Waktu Sahur. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758)

2. Saat Berpuasa. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305).

3. Ketika Berbuka Puasa. Menurut kitab Tuhfah Al-Ahwadzi, disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Bulan Ramadhan tentunya harus kita maksimalkan dengan baik, karena belum tentu di tahun-tahun berikutnya Allah masih berikan nikmat yang sama dengan tahun ini. Kebaikan dan amalan-amalan shaleh pun jangan terhenti ketika bulan Ramadhan selesai, masih dapat kita temui puasa sunnah setelahnya. Selain syukur, istiqomah dan doa, masih ada amalan yang dahsyat lainnya, salah satunya yaitu amalan jariyah seperti sedekah yang pahalanya terus mengalir meski telah meninggal dunia. Banyak cara mudah untuk melakukan sedekah jariyah saat ini , seperti bersedekah jariah di https://indonesiadermawan.id/

Semoga Allah SWT selalu berikan kemudahan untuk kita dalam melakukan kebaikan .