8 Keutamaan Berqurban, Ungkapan Syukur kepada Allah Ta’ala

Setiap syariat yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pasti memiliki keutamaan, kelebihan serta hikmah. Terlebih lagi syariat yang memiliki nilai syiar Islam yang kuat, sebagai contoh syariat qurban. Adapun di antara keutamaan berqurban adalah sebagai berikut:

1. Ibadah Agung

Salah satu hal yang menjadikan sebuah ibadah itu agung karena ada usaha dan pengorbanan besar dalam proses pelaksanaannya. Berqurban merupakan salah satu ibadah agung yang membutuhkan cukup banyak effort atau usaha dan pengorbanan bagi mayoritas kaum muslimin. Sehingga tidak semua orang mampu melakukannya. Hingga sudah menjadi sunnatullah dalam syariat Islam bahwa amalan yang membutuhkan banyak pengorbanan pasti akan membuahkan banyak manfaat, kebaikan dan pahala di baliknya.

2. Syiar Islam

Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan beberapa syiar besar dalam Islam, salah satunya adalah berqurban. Syiar dimaksudkan sebagai simbol yang dapat menjadi pembeda dan daya tarik, yaitu pembeda dari agama selain Islam, dan mampu menjadi magnet yang bisa menarik banyak orang untuk ikut andil dalam melakukan kebaikan, baik itu kebaikan individu, maupun kebaikan sosial untuk kebermanfaatan yang lebih luas.

3. Keutamaan berqurban sebagai ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering kali bersyukur atas anugerah yang telah Allah berikan. Beliau pernah melaksanakan shalat hingga mata kakinya bengkak, hal itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Tentu, sebagai seorang muslim yang meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam harus senantiasa menanamkan rasa syukur ini dalam hati, mengucapkannya dalam kata (Alhamdulillah), dan mencurahkannya dalam amal kebaikan.

Berqurban merupakan salah satu rasa syukur seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya, terutama nikmat harta. Berqurban juga merupakan amal kebaikan yang tergolong sunnah muakkad, yaitu dianjurkan untuk dilaksanakan bagi mereka yang mampu.

4. Membahagiakan Hati Prasejahtera

Tidak semua di dunia beruntung bisa mencicipi nikmatnya mengonsumsi daging qurban. Tidak sedikit dari kaum prasejahtera selama bertahun-tahun tidak pernah mencicipinya. Hal tersebut menjadi sebuah kesempatan besar untuk menebar kebahagiaan bagi mereka, menyenangkan hati mereka. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya salah satu amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah membahagiakan hati orang yang beriman.”

5. Keutamaan berqurban sebagai aksi sosial dan kemanusiaan

Berbagi menjadi salah satu keharusan dalam prosesi qurban. Bahkan qurban tidak akan sempurna jika tidak dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Ini artinya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan aspek sosial dan kemanusiaan sebagai salah satu instrumen inti keberhasilan dari syariat qurban.

Sehingga pastinya semua elemen dalam momentum Idul Qurban terlibat dalam interaksi sosial dan kemanusiaan yang kemudian mampu menumbuhkan ikatan persaudaraan serta kepedulian kepada sesama, yang mana pada zaman modern ini, hal tersebut menjadi sesuatu yang cukup jarang dipandang mata.

6. Mengenang perjuangan kekasih Allah, Nabi Ibrahim Alaihissalam

Kisah Nabi Ibrahim alihissalam dan anaknya Nabi Ismail alihissalam menjadi kenangan indah yang tertanam dalam sanubari setiap insan mukmin di Hari Raya Qurban, yaitu tentang pengorbanan dan perjuangan sebagai seorang hamba yang ingin mencapai derajat muttaqin.

Dalam kisah tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memenuhi janji tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan hamba-Nya, bahwa di balik setiap keikhlasan dan ketabahan pasti ada ganjaran yang sangat bernilai.

7. Keutamaan berqurban sebagai penunjang ekonomi umat

Tidak bisa dipungkiri bahwa syariat berqurban menjadi salah satu instrumen yang cukup besar dalam menunjang ekonomi masyarakat. Ratusan ribu bahkan jutaan hewan qurban disembelih dalam satu waktu setiap tahunnya. Dana yang berputar pada Idul Adha dari sejak proses penjualan hingga distribusinya bisa tembus belasan hingga puluhan triliun rupiah.

Tentu, orang yang berqurban atau shahibul qurban adalah salah satu penyumbang kebaikan terbesar dalam menunjang dan mensejahterakan umat. Semakin maraknya kaum muslimin yang berqurban, maka umat akan semakin sejahtera.

8. Penyubur ketakwaan

Setiap ibadah yang dilakukan seorang hamba pasti dimaksudkan untuk menggapai derajat takwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Takwa adalah tingkatan tertinggi dari kedekatan seorang hamba kepada penciptanya. Berqurban mampu menumbuhkan ketakwaan, sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an Surah Al-Hajj ayat 32.

“Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”

Dalam surah lain disebutkan:

Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Maidah: 27)

Takwa adalah buah ibadah, dan takwa tak akan ada sebelum ibadah. Jika telah tumbuh dan berbuah, seseorang akan menyebarkan manfaat yang indah.

Demikian pembahasan dari 8 keutamaan berqurban. Semoga bermanfaat.

%d blogger menyukai ini: