Inilah Orang yang Berhak Mendapat Daging Hewan Qurban

Menjelang Hari Raya Idul Adha, pertanyaan berikut ini kerap membuat sebagian orang bimbang, terlebih ketika orang itu yang hendak berqurban. Ia menimbang banyaknya saudara yang berhak mendapat daging hewan qurban daripada kelurga terdekatnya sendiri.

“Apakah keluarga saya termasuk golongan yang berhak mendapat daging hewan qurban?”

Lantas, siapakah dari mereka yang lebih berhak mendapatkan daging sembelihan ini? Mari kita bahas satu demi satu golongan yang berhak mendapatkan daging hewan qurban sesuai Al-Qur’an dan hadits berikut ini.

1. Orang yang berqurban dan keluarga

Orang pertama yang boleh mendapatkan daging hewan qurban adalah orang yang berqurban itu sendiri. Seperti dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi bahwa ia menyebutkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hari Idul Fitri tidak keluar dulu sebelum makan sesuatu. Ketika Idul Adha tidak makan sesuatu hingga beliau kembali ke rumah. Saat kembali, beliau makan hati dari hewan qurbannya.”

Hadits ini juga diperkuat dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang berbunyi,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa bintang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Qs. Al-Hajj: 28)

2. Kerabat, tetangga dan teman sekitar rumah

Beberapa ulama Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa dapat membagikan sebagian dari daging qurban pada saudara, kerabat, tetangga, serta teman sekitar. Bahkan ini diperbolehkan walaupun mereka terbilang mampu atau sejahtera.

“Dan menghadiahkan sepertiga daging hewan qurban kepada kerabat dan teman-temannya meskipun mereka kaya.” (Dalam kitab Alfiqhul Islam wa Adillatuhu)

3. Fakir dan miskin

Golongan terakhir yang berhak menerima daging qurban adalah fakir dan miskin. Sebagian besar jumhur ulama berpendapat bahwa hukumnya wajib untuk memberikan daging qurban kepada fakir dan miskin.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (Qs. Al-Hajj: 36)

Jumlah Qurban yang untuk penerima Qurban

Bagaimana cara pembagian daging untuk mereka yang berhak mendapat hewan qurban ini? Dari hadits riwayat Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gunakanlah untuk keluargamu sepertiga daging qurban, berikanlah tetanggamu yang fakir sepertiga, shodaqohkanlah pada orang yang minta-minta sepertiga.” (HR. Ibnu Umar)

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa golongan yang berhak mendapat daging hewan qurban adalah orang yang berqurban dan keluarga, kerabat, dan teman sekitar, serta fakir dan miskin.

%d blogger menyukai ini: