Perbedaan Haji dan Umroh: Pengertian, Sejarah Singkat, Hukum, Rukun, dan Waktu Pelaksanaannya

Saat memasuki bulan Dzulhijjah, umat muslim akan berbondong-bondong ke Tanah Suci untuk menjalankan haji. Sayangnya, sebagian muslim masih belum memahami perbedaan haji dan umroh secara mendalam.

Bagi Anda yang berencana akan menjalankan ibadah tersebut, penting untuk mengenali perbedaan keduanya. Adapun aspek yang membedakan keduanya mengacu pada 3 hal, yakni hukum, rukun, dan waktu pelaksanaan. Semua akan dijelaskan satu per satu dalam ulasan berikut. Sebelum itu, mari pahami pengertian serta sejarahnya terlebih dahulu.

Pengertian haji dan umroh

Secara literal, arti dari haji merujuk pada kata menyengaja atau mengunjungi. Namun secara makna dapat diartikan sebagai kegiatan menyengaja mendatangi Baitullah secara langsung untuk menunaikan amalan-amalan haji dengan syarat-syarat tertentu di bulan haji.

Berbeda dengan haji yang memiliki arti kata menyengaja, umroh memiliki arti kata berziarah. Yakni, datang ke Baitullah melaksanakan amalan-amalan tertentu di waktu-waktu yang bebas ditentukan.

Dalam Islam, keduanya disebut sebagai haji besar dan haji kecil. Untuk haji kecil adalah nama lain dari umroh. Ini dikarenakan di dalamnya terdapat beberapa ritual serupa dengan pelaksanaan haji (haji besar).

Setelah memahami pengertiannya, selanjutnya adalah mengetahui asal mula yang melatarbelakangi haji dan umrah menjadi salah satu ibadah umat muslim sampai saat ini.

Sejarah singkat haji

Haji dilatarbelakangi kehidupan Nabi Ibrahim alaihissalam pada ribuan tahun lalu, tepatnya pada 625 M atau tahun ke-4 H setelah menikahi Siti Hajar dan memiliki anak bernama Ismail.

Demi menjaga hati istri pertamanya Sarah, Allah menganjurkan Nabi Ibrahim untuk menjauhkan Siti Hajar dan Ismail ke wilayah tanah haram (Makkah al-Mukarramah). Kemudian, sesuai perintah Allah meninggalkan mereka berdua sambil berdoa,

“Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan Kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rezeki untuk mereka dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur” – QS: Ibrahim ayat 37

Di tempat tersebut, Ismail menangis kehausan. Demi mendapatkan air, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah hingga 7 kali. Atas izin Allah, air zam-zam keluar setelah Ismail menyentakkan kakinya yang kemudian membawa banyak keberkahan bagi tempat tersebut.

Sejarah singkat umroh

Sementara itu, umroh dimulai dari zaman Rasulullah pada tahun 628 M atau tahun ke-7 H. Rasulullah beserta para sahabatnya mencukur rambut, mengenakan pakaian ihram, dan membawa perbekalan menuju Mekkah. Saat itu umat muslim sedang dalam kondisi berperang.

Demi melaksanakan ibadah tersebut, Rasulullah bernegosiasi untuk melakukan gencatan senjata sementara antara kaum Quraisy dan Muslim demi kelancaran melaksanakan ibadah tersebut.

Pada saat itu, Rasulullah dan rombongannya melakukan thawaf, berlari-lari kecil, menyingkapkan baju ihram di bahu kanan, meminum air zam-zam, dilanjutkan dengan sai, dan diakhiri dengan tahalul.

Itulah tadi sejarah singkat yang melatarbelakangi adanya ibadah haji dan umroh. Meskipun ada banyak hal penting tidak disebutkan, paling tidak informasi di atas dapat menjadi gambaran.

Perbedaan haji dan umroh

Setelah mengetahui sejarah haji dan umroh, berikutnya adalah penjelasan tentang perbedaan keduanya. Secara garis besar, haji dan umroh dibedakan melalui 3 aspek, yakni berdasarkan aspek hukum, rukunnya serta waktu pelaksanaanya.

Perbedaan haji dan umroh berdasarkan hukum

Secara hukum Islam, haji menjadi ibadah wajib bagi umat muslim yang mampu. Hukum ini disebutkan dalam surah Ali Imran ayat 97 yang berbunyi, “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.”

Hal tersebut didukung dengan riwayat dari Ibnu Umar, “Islam didirikan atas lima hal, bersaksi tiada tuhan selain Allah sesungguhnya Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, melaksanakan zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadan,” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dapat disimpulkan bahwa setiap muslim yang mampu dari segi fisik, spiritual juga finansial, wajib melaksanakan haji. Berbeda dengan umroh dianggap sebagai ibadah sunnah, yang mana tidak berdosa jika tidak dilaksanakan, namun mendapat pahala atau disebut menyempurnakan agama apabila melaksanakannya sesuai dengan riwayat dari Jabir dan surah al-Baqarah ayat 196.

“Tidak (wajib), dan ketika kau umroh maka itu lebih baik bagimu.” (HR. at-Tirmidzi.)

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh untuk Allah.” (Qs. Al-Baqarah: 196)

Perbedaan haji dan umroh berdasarkan rukunnya

Sementara itu, dari segi rukunnya juga berbeda. Rukun haji terdiri atas:

  • niat ihram,
  • wukuf di Arafah,
  • tawaf,
  • sai,
  • dan memotong rambut.

Sedangkan umroh terdiri dari 4 rukun yang serupa dengan ibadah haji yang sudah disebutkan sebelumnya, yakni:

  • niat ihram,
  • tawaf,
  • sai,
  • dan memotong rambut.

Perbedaan haji dan umroh berdasarkan waktu pelaksanaannya

Adapun perbedaan paling ketara bisa dilihat berdasarkan waktu pelaksanaannya, di mana haji dilakukan pada bulan-bulan haji seperti mulainya Syawal hingga awal Zulhijah.

“Bulan-bulan haji Syawal, Zul Qa’dah, dan 10 hari pertama Dzulhijjah,” dari Abdullah bin Umar (HR. Bukhari)

Dengan kata lain, haji hanya dilakukan sekali dalam setahun dalam waktu yang ditentukan tersebut. Sedangkan umroh dapat dilakukan kapan saja, bahkan dilakukan berkali-kali pun diperbolehkan. Hal ini dikarenakan tidak terdapat ibadah wukuf di Arafah dalam rukun umroh.

Itulah tadi perbedaan haji dan umroh yang jarang diketahui muslim. Semoga informasi mengenai pengertian, sejarah, dan perbedaan yang sudah dijelaskan di atas dapat menambah wawasan, terutama untuk Anda yang berencana melaksanakan salah satu dari ibadah tersebut dalam waktu dekat.

%d blogger menyukai ini: