6 Rukun Haji Agar Sah Ibadahnya

Kebanyakan muslim mengetahui ibadah haji dilaksanakan bagi yang mampu, namun jarang yang mengetahui rukun haji serta tata cara pelaksanaannya. Berikut kami berikan penjelasan mudah mengenai rukun-rukun haji.

Sebagaimana yang diketahui, haji merupakan ibadah ziarah tahunan yang dilakukan oleh umat Islam di Kota Mekah, Arab Saudi. Ibadah ini dikenal sebagai ibadah yang dianjurkan bagi muslim yang mampu sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah al-Imran ayat 97.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Apabila berencana akan melaksanakan ibadah haji, penting untuk mengetahui rukun-rukunnya agar nanti ibadahnya sah. Berikut penjelasan mengenai 6 rukun haji.

Berikut ini penjelasan tentang rukun haji:

1. Ihram, rukun haji pertama sebelum dimulainya ritual haji

Ihram merupakan rukun haji yang pertama, yakni sebuah kondisi khusus yang harus dipenuhi sebelum dimulainya ritual haji. Yakni, dimulai dengan membaca niat, sholat sunnah 2 rakaat, dan kemudian menggunakan ihram.

Untuk pakaian ihram laki-laki berupa dua helai kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan selendang. Sementara perempuan mengenakan pakaian tertutup, kecuali pada muka dan telapak tangan. Tujuan dari rukun ihram ini ialah untuk menunjukkan kesetaraan, di mana semua jamaah yang berdatangan ke Mekah memiliki derajat yang sama di mata Allah.

2. Wukuf

Rukun selanjutnya yaitu wukuf yang berarti berdiam diri dan tidak melakukan apa pun selain berdoa dan berzikir. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 9-10 Dzulhijjah di Padang Arafah dari terbenamnya matahari hingga terbit kembali.

3. Tawaf

Berikutnya adalah tawaf, yakni sebuah kegiatan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam selama 7 kali. Selama kegiatan ini, jamaah bisa mencium atau menyentuh Hajar Aswad sambil memanjatkan doa. Apabila tidak memungkinkan hal tersebut, cukup dengan menunjuk batu tersebut dengan tangan.

Sehabis kegiatan mengelilingi Ka’bah selesai, selanjutnya jamaah mendirikan shalat 2 rakaat berdekatan dengan makam Nabi Ibrahim. Mengingat ada banyaknya jamaah haji, shalat boleh dilaksanakan di dalam masjid. Setelah itu, kegiatan diakhiri dengan meminum air zamzam.

4. Sa’i

Kegiatan selanjutnya setelah tawaf adalah sa’i atau berlari-lari kecil. Berbeda dengan tawaf, sa’i dilakukan di bukit Safa dan Marwah. Jamaah berjalan sambil berlari-lari kecil mengelilingi bukti tersebut sebanyak tujuh kali. Bagi jamaah yang tidak mampu berjalan dapat menggunakan kursi roda, becak, dan lain sebagainya.

5. Tahallul

Rukun wajib haji berikutnya yakni melaksanakan tahallul. Tahalul merupakan kegiatan mencukur rambut. Biasanya bagi jamaah haji sekaligus merapikan rambut mereka, namun bagi perempuan cukup dengan memotong rambutnya sepanjang jari saja.

6. Tertib memenuhi semua rukun saat ibadah haji

Yang terakhir yaitu tertib. Tertib yang dimaksud di sini adalah tertib dalam memenuhi semua rukunnya saat melaksanakan ibadah haji. Rukun-rukun tersebut tidak boleh dilakukan secara acak apalagi terlewat. Semuanya harus dilakukan secara berurutan sampai terpenuhi.

Itulah tadi rukun-rukun yang nanti harus dilaksanakan dalam melaksanakan ibadah haji. Dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan diakhiri dengan tahalul.

Pelaksanaannya harus dilakukan secara berurutan dan tertib sampai selesai. Setelah semuanya dilaksanakan dengan niat karena Allah subhanahu wa ta’ala, sempurnalah ibadah haji seorang muslim dan akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

%d blogger menyukai ini: