shohibul qurban
CategoriesUncategorized

Pengertian Shohibul Qurban dan Ketentuan Berqurban

Berkurban merupakan ibadah yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya idul adha tahun ini akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Bagi umat muslim yang memiliki harta lebih, dianjurkan menjadi shohibul qurban.

Seperti hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Apa Arti dari Shohibul Qurban? 

Shohibul qurban adalah sebutan bagi orang yang melaksanakan ibadah qurban. bagi seorang shohibul qurban atau yang biasa disebut dengan mudhohi, terdapat 5 syarat ketika ingin melaksanakan qurban.

5 syarat shohibul qurban yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yaitu Muslim, mampu, merdeka, sudah baligh, dan berakal sehat. 

1. Muslim

Syarat pertama merupakan orang tersebut adalah seorang muslim. Sedangkan bagi non muslim tidak memiliki perintah untuk berqurban. Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga untuk menjalankan sunnah

2. Mampu

Qurban merupakan ibadah yang memiliki hukum sunnah yang diutamakan, atau disebut juga dengan sunnah muakkad. Bagi umat muslim yang tidak mampu maka tidak diwajibkan untuk melaksanakannya, sedangkan bagi umat yang mampu menjadi mendekati wajib untuk melaksanakan ibadah qurban.

3. Merdeka

Merupakan setiap umat muslim yang bebas dari penindasan dan perbudakan.

4. Sudah baligh

Sudah baligh bagi setiap laki-laki atau wanita yang sudah dewasa. Biasanya ditandai dengan sudah berusia genap 15 tahun.

5. Berakal sehat

Syarat berqurban berikutnya adalah orang yang memiliki kesehatan jiwa. sehingga secara sadar melaksanakan ibadah qurban.

Hak dan kewajiban shohibul qurban

jatah daging shohibul qurban

Bolehkah shohibul qurban memakan daging qurbannya? Dilansir dalam laman nu online, bila qurban yang dilaksanakan adalah qurban sunnah bukan qurban wajib (bernazar akan berqurban), maka hukumnya orang tersebut diperbolehkan untuk memakan daging qurbannya sendiri. 

“Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur,” (QS. Al-Hajj [22]: 36).

Selanjutnya, Seorang shohibul qurban memiliki hak daging dari hewan qurbannya sendiri. berapa jatah daging qurban untuk orang tersebut? 

Pembagian daging untuk seorang yang berqurban

Dilansir laman nu online disebutkan, ada 2 pendapat dari ulama yang menyebutkan jatah daging dari hewan qurbannya. pendapat pertama yaitu dijelaskan dalam kitab Fathul Mujibil Qarib:”… Orang yang berkurban dianjurkan memakan [daging kurban] sepertiga atau lebih sedikit dari itu,” (Halaman. 207). Kemudian dijelaskan bawa seorang shohibul qurban dilarang menjual bagian apapun dari hewan qurbannya, melainkan hanya boleh mengambil jatahnya untuk dimakan. 

Seperti pada sabda Rasulullah saw: “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.”

Seorang shohibul qurban dianjurkan untuk tidak mencukur rambut, memotong kuku atau bagian kulit. 

Jika sudah masuk bulan Dzulhijjah, dan seseorang sudah berencana akan melaksanakan ibadah qurban, maka dilarang baginya untuk mencukur semua rambut, kuku, atau sedikit kulit di tubuhnya. 

Hal tersebut berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang kalian mau berkurban, maka tahanlah diri anda dari mencukur rambut, dan memotong kukunya”. (HR. Muslim).

Demikian adalah penjelasan tentang pengertian dari shohibul qurban. Semoga bisa bermanfaat bagi Sahabat yang berencana akan melaksanakan ibadah qurban di tahun ini. Mari tunaikan qurban untuk dapat membantu banyak saudara sebangsa dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja ini. 

Sebagaimana dalil tentang qurban dengan firman Allah SWT telah mensyariatkan kurban , “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3).

Wallahu A’lam.

Sumber: baznas.go.id , nu.or.id