6 Syarat Wajib Haji Sesuai Syariat yang Harus Muslim Ketahui

Haji adalah salah rukun  ke lima yang diimpikan oleh hampir seluruh umat Islam di dunia. Akan tetapi, haji hanya diwajibkan atas muslim yang telah mampu secara finansial. Sama seperti ibadah lainnya, rukun Islam ke lima ini juga memiliki syarat wajib haji yang harus dilaksanakan oleh semua jamaah haji.

Seperti yang disinggung sebelumnya, bahwa hampir semua umat Islam di dunia ingin sekali berkunjung ke Baitullah Tanah Suci Mekah untuk menyempurnakan Islam dirinya. Sebagai seorang muslim yang taat, tentu saja haji menjadi anugrah yang sangat besar dan patut disyukuri jika bisa melaksanakannya.

Selain haji, ada pula ibadah ke Tanah Suci yang bisa dilakukan kapan saja tanpa harus di bulan Dzulhijjah yaitu umrah. Perlu diketahui, haji dan umrah adalah dua hal yang sangat berbeda, karena haji hanya boleh dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dan ada rukun wukuf di Arafah, serta hukumnya wajib sekali seumur hidup. Namun umrah boleh dilaksanakan berkali-kali dan tidak terikat pada waktu khusus.

Apakah Anda salah satu dari muslim yang ingin berangkat haji? Nah sebelum itu, mari pahami dulu apa saja yang harus ditaati oleh semua jamaah haji.

Berikut ini syarat wajib haji sesuai dengan syariat:

Beragama Islam, syarat wajib haji paling utama

Syarat wajib haji yang pertama dan yang paling utama adalah beragama Islam. Bukan tanpa alasan, karena hanya agama Islam-lah yang memiliki rukun Islam haji dan tidak dimiliki oleh agama lain. Selain itu, hanya orang muslim jug lah yang boleh menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah.

Baligh

Syarat yang wajib dipenuhi selanjutnya adalah baligh atau sudah dewasa. Yang mana untuk laki-laki ditandai dengan mimpi basah sementara wanita sudah menstruasi. Bagi orang yang belum baligh atau belum dewasa, boleh saja melaksanakan haji namun hukumnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat haji.

Berakal Sehat

Bisa Anda bayangkan jika orang tidak waras atau orang gila berangkat haji, apa yang akan terjadi? Bukannya melaksanakan ibadah dengan khusuk, justru bisa mengganggu jamaah lain, bukan? Oleh karena itu, untuk menunaikan ibadah haji, seorang muslim harus memiliki akal yang sehat. Dalam artian tidak amnesia atau  hilang ingatan dan bukan orang gila atau tidak waras.

Bukan Budak

Meskipun di jaman modern ini sudah tidak ada perbudakan, namun tetap saja salah satu syarat wajib haji adalah bukan budak atau hamba sahaya, meskipun beragama Islam.

Mampu

Mampu dalam hal ini tidak hanya mampu secara finansial saja, namun Anda juga harus mampu secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, haji menjadi salah satu ibadah yang paling diimpikan oleh muslim di dunia, mengingat biaya yang tidak murah dan lokasinya yang tidak bisa ditempuh dalam waktu sekejap.

Mampu secara fisik, itu berarti bagi orang yang sudah berumur atau sudah jompo tentu saja tidak diwajibkan menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, tetap diperbolehkan menunaikan haji ke Tanah Haram di bulan Dzulhijjah meskipun dalam keadaan renta. Namun alangkah baiknya untuk ditemani oleh anak atau cucu yang juga memenuhi syarat wajib haji.

Selanjutnya adalah mampu secara finansial, yaitu seseorang sudah bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari dan masih memiliki sisa untuk menunaikan ibadah haji.

Sedangkan bagi muslim yang masih mempunyai hutang tidak diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji. Karena pada dasarnya mereka masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan belum terbebas dari belenggu hutang. Maka, orang demikian dapat dikatakan belum memenuhi syarat wajib haji.

Memiliki mahram, syarat wajib haji khusus bagi wanita

Tidak jarang orang yang berangkat ke Tanah Suci bukan merupakan pasangan suami istri. Padahal sebenarnya, salah satu syarat wajib haji ini sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Yang mana seorang wanita yang berangkat haji atau umrah harus didampingi oleh mahramnya.

Mahram yang dimaksud tidak harus suami, melainkan teman atau sahabat terdekat yang dipercayai atau keluarga inti seperti anak, adik, kakak maupun orang tua. Aturan tersebut juga berlaku untuk ibadah umrah, namun seiring berjalannya waktu, pemerintah Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Imigrasi Arab Saudi mengenai pembatasan mahram sebagai salah satu syarat wajib haji.

Jadi itulah informasi mengenai syarat wajib haji yang sangat penting untuk diketahui. Semoga kita semua memiliki kesempatan untuk beribadah ke Tanah Suci ya. Aamiin.

%d blogger menyukai ini: