5 Panduan dan Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Tata cara menyembelih hewan qurban sudah diatur dalam syariat Islam. Karena itu umat Islam wajib mematuhinya agar qurban terlaksana dengan baik. Jika qurban tak sesuai dengan syariat, qurban tidak sah dan tak terhitung sebagai qurban.

Untuk menghindari hal tersebut, sahabat dermawan harus tahu bagaimana cara menyembelih hewan qurban sesuai ketentuan Islam. Berikut adalah panduan ringkas terkait penyembelihan hewan qurban.

Berikut ini urutan dan tata cara menyembelih hewan qurban berdasarkan ketentuan agama Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.

Menyebut Nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Sebelum memotong hewan qurban, sahabat dermawan harus menghadapkan hewan qurban ke arah kiblat. Jangan lupa menggunakan pisau tajam untuk mempermudah proses pemotongan urat nadi hewan.

Alasan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala daging hewan qurban menjadi daging yang halal. Ketentuan ini terdapat dalam surat Al-An’am ayat 121 yang artinya:

“Dan janganlah sahabat dermawan sekalian memakan daging binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah subhanahu wa ta’ala ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.”

Selain membaca asma Allah subhanahu wa ta’ala, sahabat dermawan juga harus membaca sholawat Nabi. Lafadz shalawat Nabi adalah, “Allahumma shalli ala sayyidina, Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad.”

Menginjak Kaki di Samping Hewan Qurban

Ketika hewan roboh, perlahan hadapkan ke sisi kiri dan kepala ke arah kiblat. Perlakukan hewan qurban dengan baik, jangan membanting atau berlaku kasar pada hewan qurban. Jangan pula menginjak atau menarik ekor dan kepalanya.

Sedangkan orang yang menyebelih hewan qurban bisa menginjakkan kaki ke bagian samping hewan qurban. Banyak ulama yang memberikan anjuran untuk membiarkan kaki kanan hewan bergerak selama proses tersebut.

Membaca Takbir 3 Kali Bersama-sama

Jika proses penyembelihan hewan qurban selesai, maka bisa membaca takbir sebanyak 3 kali. Ada beberapa bacaan takbir yang bisa sahabat dermawan lafadzkan, diantaranya:

  • “Hadza minka wa laka.” Lafadz ini berdasarkan hadits dari Imam Abu Dawud.
  • Hadza minka wa laka ‘anniatau ‘an fulan (lafadz fulan bisa sahabat dermawan ganti dengan lafadz orang yang berqurban).” Bacaan ini berlaku jika orang yang menyembelih hewan qurban bukan sohibul qurban pemilik hewan tersebut.
  • Jika sudah usai, mengucapkan “Allohumma taqabbal minni atau min fulan (diganti dengan nama sohibul qurban).”

Tata cara menyembelih hewan qurban selanjutnya bisa dengan membaca doa bersama-sama. Doa ini sifatnya sunnah, jadi lebih baik diamalkan. Bacaan dari doa setelah menyembelih hewan qurban adalah:

Allohumma haadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim.”

Dalam berbagai hadits shahih, tak ada penjelasan mengenai doa panjang setelah melakukan qurban. Hanya doa tersebut yang sering muncul dalam hadis shahih dan banyak diamalkan.

Tidak Memperlihatkan Alat Potong pada Hewan

Sebelum melakukan qurban, orang yang menyembelih qurban harus memastikan bahwa pisau yang akan digunakan sifatnya tajam. Akan lebih baik jika tidak memperlihatkan alat potong pada hewan agar mereka tidak takut.

Setelah proses penyembelihan selesai, sohibul qurban harus memastikan bahwa hewan sudah mati. Jika belum mati, hewan qurban tidak sah untuk di potong leher maupun ekornya, dikuliti, atau diproses lebih lanjut.

Gantung Hewan Qurban

Untuk memudahkan proses pemotongan daging, hewan yang sudah mati bisa digantung secara terbalik dengan kepala di bawah. Dengan cara ini darah bisa turun dari leher dan membuat proses pemotongan daging yang lebih cepat.

Itulah pembahasan tentang tata cara menyembelih hewan qurban harus diketahui oleh seluruh umat muslim. Karena siapa tahu di masa depan, bisa jadi sahabat dermawan yang akan menjadi shohibul qurban dan memotongnya sendiri.

%d blogger menyukai ini: