Sholat Idul Adha, Tata Cara Pelaksanaan dan Doa yang Perlu Dibaca

Salah satu ibadah besar bagi umat Islam adalah Idul adha yang kemudian diikuti dengan penyembelihan hewan kurban. Oleh karena saat ini sudah memasuki bulan Dzulhijjah, di mana pelaksanaan Iduladha sendiri adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah, tentu penting bagi masing-masing umat Islam mengetahui serangkaian tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa hal penting seputar Sholat Idul Adha yang perlu diketahui. Penasaran? Simak ulasannya!

Hukum dasar sholat Idul Adha

Sebelum mengetahui beberapa hal penting terkait pelaksanaan Iduladha, tentu penting untuk mengetahui terlebih dahulu hukum dari ibadah ini. Para ulama telah menjelaskan bahwa hukum asal pelaksanaan sholat Iduladha adalah sunah muakad atau sunah yang sangat dianjurkan.

Pengambilan hukum ini didasarkan pada salah satu riwayat dari Ummu Athiyah. Beliau mengatakan,

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami pada saat sholat ‘id (Idul Fitri ataupun Iduladha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat sholat.

Selain itu, pelaksanaan sholat Iduladha sendiri disarankan dilaksanakan di lapangan secara bersama-sama dengan umat Islam lainnya untuk menyiarkan persatuan umat atau di selenggarakan di masjid jika tidak ada tanah lapang. Waktu pelaksanaan sholat Iduladha adalah ketika matahari terbit hingga waktu zawal atau sebagaimana pelaksanaan sholat dhuha.

Niat sholat Idul Adha

Dalam salah satu hadis, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas adalah salah satu dalil kuat yang menunjukkan pentingnya niat dalam sebuah ibadah yang akan dilakukan. Oleh karenanya, berniat sebelum melakukan sholat Iduladha adalah hal yang penting. Bahkan, para ulama juga mewajibkannya karena niat adalah bagian dari rukun.

Lantas, bagaimana bacaan niat sholat Iduladha?

Salah satu bacaan niat sholat Iduladha yang cukup populer terutama di kalangan masyarakat Indonesia adalah,

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Dalam tulisan latin dibaca:

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’ala

Artinya:

“Saya niat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Niat di atas merupakan niat yang dibaca oleh seorang makmum yang ikut dalam pelaksanaan sholat Iduladha. Sedangkan untuk imam, bacaan niat yang bisa dibaca adalah:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Dalam tulisan latin dibaca:

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Saya niat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Kedua niat di atas adalah contoh niat yang bisa dibaca saat hendak melakukan sholat Iduladha. Hanya saja, para ulama mengatakan bahwa tidak ada niat khusus yang harus dibaca. Artinya, menggunakan niat dengan bahasa Indonesia pun diperkenankan.

Selain itu, ada perbedaan pendapat mengenai tempat niat. Di satu sisi, para ulama berpandangan niat harus diucapkan untuk memantapkan apa yang ada di dalam hati. Namun, di sisi yang lain, para ulama mengatakan bahwa posisi niat ada di dalam hati sehingga tidak perlu diucapkan.

Jumlah rakaat

Sholat Iduladha dilaksanakan sebanyak 2 rakaat sekali salam. Sekilas, pelaksanaan sholat Iduladha sendiri mirip dengan pelaksanaan sholat subuh atau sholat sunah dua rakaat lain. Hanya saja, ada perbedaan pada jumlah takbir yang dilakukan tiap rakaat.

Mengenai jumlah takbir dalam rakaat sholat Iduladha, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya bertakbir pada sholat Idul Fitri dan Iduladha 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua, tidak termasuk takbir untuk rukuk” (HR. Abu Daud 1150, Ibnu Majah 1280, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil no.639)

Bacaan yang dibaca setelah takbir

Dari hadis sebelumnya, diketahui bahwa jumlah takbir setiap rakaat sholat Iduladha berbeda, yaitu 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua. Terkait takbir ini, Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa hendaknya setiap kaum muslim memberikan pujian pada Allah. Selain itu, ulama lain mengatakan bahwa sebagian salaf menganjurkan, di setiap sela takbir, untuk membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

Subhanallah wal hamdulillah wa  laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

Doa setelah sholat Idul Adha

Tidak ada doa khusus yang dibaca setelah sholat Iduladha. Namun, ada beberapa doa yang bisa dibaca, diantaranya adalah:

  • Membaca istigfar sebanyak 3 kali untuk memohon ampunan
  • Membaca doa keselamatan yang berbunyi, اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
  • Membaca kalimat tauhid, لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Demikian beberapa ulasan tentang sholat Iduladha dan apa yang perlu diketahui. Semoga membantu.

%d blogger menyukai ini: